Makalah Mikoriza

MAKALAH

 

“PERAN MICORIZA TERHADAP TANAMAN”

 

 

 

 

 

 

 

 

Di susun oleh:

Nama: M. Mahrus

N.R.P: 120321100091

 

 

 

PRODI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

2012

 


KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat  Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat serta hidayah-nya kepada kami, sehingga saya bisa menyelesaikan tugas  mata kuliyah agronomi yang di bina oleh bapak Ir. Sucipto. Mp.

Sholawat beserta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada jungjungan kita Nabi besar Muhammas SAW. Yang mana beliau telah membawa kita dari jaman kebodohan menuju jaman yang penuh kepintaran (ilmu).

Dengan adanya tugas ini, kami dapat menambah pengetahuan  yang lebih luas dalam ilmu pertanian pada umumnya. Dan kami ucapkan bayak-bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami, terutama kepada bapak Ir. Sucipto. Mp.

Dan apabila dimakalah ini terdapat kesalahan maupun kekurangan, kami mohon maaf yang sebesar-besar-nya. kerena kami hanyalah manusia biasa yang takpernah lepas dari yang nama-nya salah. Oleh karena itu kami butuh kritik dan saran-nya  agar kedepan-nya kami bisa lebih baik lagi.

Bangkalan, 6 Desember  2012

Penulis

Daftar Isi

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………..……..…………….i

BAB I :PENDAHULUAN

1.1   LATAR BELAKANG ………………………………………………………….…....……..4

1.2   TUJUAN PEMBAHASAN ………………………………………………………..………5

1.3  RUMUSAN MASALAH …………………………………………………………….…..5

BAB II : PEMBAHASAN    

2.1  PENGERTIAN ……………………………………………………………………………..…6

      2.2  MANFAAT  MICORIZA …………………………………………………………….…….6

BAB III: PENUTUP

3.1 KESIMPULAN………………………………………………………………………….…….8

3.2 SARAN……………………………………………………………………………………….8

DAFTAR PUSTAKA

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1 Latar belakang

Indonesia adalah negara yang memiliki iklim tropis, oleh kerena itu Indonesia

memiliki curah hujan dan suhu yang  relatif tinggi, seperti Indonesia bagian barat, dan

kebanyakan tanah-tanah yang ada di indonesia adalah tanah yang berpelapukan lanjut

seperti Oxisols dan Ultisols. Tanah-tanah seperti ini termasuk tanah yang mudah

terdegradasi menjadi tanah kritis dan mudah rapuh.  namun, degradasi ini lebih banyak

disebabkan oleh manusia yang selalu mengelola lahan namun tidak mempertimbangkan

kondisi lahan yang semakin hari semakin kritis. Jadi untuk menjaga lingkungan, tanaman

dan tanah agar  tidak  kritis perlu ditingkatkan lagi karena menjaga lebih baik dari pada

mengobati. Maka dari itu tanah ini harus benar-benar dijaga dengan hati-hati supaya bisa di

manfaatkan sesuai dengan kemampuan-nya,  dan agar tanah ini juga tetap bisa

dimanfaatkan sampai nanti anak cucu kita di masa yang akan datang.

Namun, saat ini data menunjukkan bahwa di indonesia sekarang sudah terdapat

sekitar  7,5 jt hektar lahan yang berpotensi kritis, 6,0 jt hektar lahan semi kritis dan

yang sudah termasuk lahan kritis jumlah-nya sebayak 4,9 jt hektar (Direktorat Bina

Rehabilitas dan Pengembangan lahan tahun 1993). Dan data ini sudah menunjukkan

bahwa lahan yang  ada di indonesia sudah termasuk lahan yang kritis.

Usaha yang dilakukan pertanian pada lahn-lahan yang kritis seperti ini akan bayak

menemui kendala seperti:  penyakit, hama, kehancuran unsur hara dan lain sebagai-nya.

unsur hara yang sudah tidak tersedia ini disebabkan karena lahan-nya sudah miskin, namun

hal ini juga bisa disebabakan oleh fiksasi hara yang tinggi dan erosi sehingga tidak tersedia-

nya makanan terhadap tanaman tersebut.

Melihat  lahan yang kritis di Indonesia semakin meluas dan penyempitan lahanpun

begitu tinggi, maka perlu usaha yang serius untuk  menangani hal tersebut. Usaha

konservasi tanah dan air secara kimia, biologi dan fisik pernah dilaksanakan, namu

maka usaha-usaha untuk restorasi dan menekan laju lahan kritis sudah menjadi kebutuhan

yang mendesak. Usaha konservasi tanah dan air secara fisik, kimia dan biologi sudah

banyak dilakukan, namun hasil yang didapat belum optimal. Oleh karena itu sebagai

tambahan dari usaha-usaha yang telah dilakukan adalah:

salah satu-nya dengan memanfaatkan micoriza yang diyakini dapat meningkatkan

pertumbuhan tanaman dan sekaligus dapat memperbaiki lahan yang kritis. Dalam makalah

ini dibahas bagaimana  mikoriza mampu memperbaiki kondisi tanah dalam kaitannya

dengan pertumbuhan tanaman.

1.2 Tujuan masalah

1. Untuk memperbaiki tanah yang kritis.

2. untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman.

3. sekaligus untuk mengetahui apa manfaat yang dimiliki oleh micoriza.

1.3 Rumusan masalah

1. Apa yang dimaksud dengan micoriza dan apa manfaat-nya bagi tanaman.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

2.1 Pengertian

Mikoriza adalah jamur yang hidup dan bersimbiosis diperakaran tanaman

yang berhubungan saling menguntungkan (mutualisme) dengan akar tanaman

tersebut. Jadi micoriza disini bisa dikatakan sebagai sahabat tanaman, karena

kedua-duanya bisa saling menguntungkan.

Tanaman memberikan kehidupan bagi micoriza dengan memberikan

makanan  kepada micoriza yang berupa karbohidrat dan juga sebalik-nya micoriza

juga memberikan beberapa keuntungan bagi tanaman tersebut. Yaitu bisa

meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara yang ada dalam

tanah, seperti unsur Cu, Mn, N, P, Ca, K, dan Mg.

Berdasarkan bentuk tubuh dan cara kerja terhadap tanaman

inang, mikoriza dapat digolongkan menjadi 2 golongan, yaitu

endomikoriza dan ektomikoriza. namun ada juga yang

membedakan menjadi 3 golongan. dengan menambah jenis ke 3 yaitu peralihan

dari 2 bentuk tersebut yang disebut ektendomikoriza.

2.2 Manfaat micoriza

1. meningkatkan Ketahanan terhadap Kekeringan

Micoriza memiliki ketahanan terhadap yang nama-nya kekeringan . Karena  rusaknya jaringan korteks akibat kekeringan dan matinya akar tidak akan permanen pengaruhnya pada akar yang bermikoriza. Ketika

tanaman kekurangan air, akar yang bermikoriza akan cepat kembali normal. Hal ini di

karenakan hifa cendawan mampu menyerap air yang ada di pori-pori tanah ketika akar

tanaman tidak mampu menyerap air. Penyebaran hifa yang sangat luas di dalam tanah

dapat meningkatkan jumlah air yang di ambil (Anas, 1997).

2. Lebih Tahan terhadap Serangan Patogen Akar

Mikoriza bisa meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan perlindungan tanaman

dari patogen akar dan unsur toksik. Imas et al (1993) menyatakan bahwa struktur mikoriza

bisa berfungsi sebagai pelindung biologi bagi terjadinya patogen akar. Terlindung-nya

permukaan akar oleh mikoriza menyebabkan akar terhindar-nya dari serangan penyakit

dan hama.

3. Produksi Hormon dan zat Pengatur Tumbuh

Sudah banyak penelitian yang mengatakan bahwa cendawan mikoriza bisa

menghasilkan hormon seperti, giberlin dan sitokinin. Zat pengatur tumbuh seperti vitamin

juga pernah dilaporkan sebagai penghasil metabolisme cendawan mikoriza (Anas, 1997).

Cendawan mikoriza dapat membentuk hormon seperti citokinin, auxin, dan giberalin, yang

berfun untuk perangsang pertumbuhan tanaman.

4. Perbaikan Struktur Tanah.

Mikoriza adalah salah satu dari jenis jamur. Jamur adalah suatu alat yang bisa memperbaiki

struktur tanah. Cendawan mikoriza melalui jaringan hifa eksternal dapat memperbaiki dan

memantapkan struktur tanah. Sekresi senyawa-senyawa seperti, asam organik, polisakarida

dan lendir oleh jaringan hifa eksternal yang dapat menarik butir-butir primer menjadi

agregat mikro. “Organic binding agent” ini sangat srius tujuan-nya dalam menstabilisasi

agregat mikro. Agregat mikro Selanjut-nya  di proses “mechanical binding action” oleh hifa

eksternal dan akan membentuk agregat makro yang lebih baik lagi.

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Dengan  adanya  mikoriza  Pertumbuhan   tanaman dapat lebih meningkat

dibandingkan sebelum-sebelum-nya,  karena disebembkan meningkatnya   serapan   hara,

ketahanan   terhadap  kekeringan, adanya  zat pengatur tubuh  dan  produksi hormon

pertumbuhan yang lebih tinggi dan sekaligus adanya  perlindungan     dari  patogen    akar.

3.2 Saran

Perlu ada-nya perhatian dari pemerintah, dinas pertania, dan dari pihak-pihak yang

lain terkaid dengan masalah micoriza agar dapat lebih dikembangkan lagi supaya pertanian

di Indonesia ini bisa berjalan dengan lancar.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim. 2008. http://id.wikipedia.org/wiki/Mikoriza. Diakses 6 Desember 2012

Anonim. 2008. http://mbojo.wordpress.com/2007/03/16/mikoriza/. Diakses  6

Desember  2012

Anonim.2008.http://www.mycorrhizas.org/files/20070222_AMI2007.pdf. Diakses 6

Desember 2012

Nuhamara,   S.T.,   1994.   Peranan mikoriza   untuk   reklamasi  lahan kritis.   Program

Pelatihan Biologi dan Bioteknologi Mikoriza.

Rao, N.S Subha, 1994. Mikroorganisme tanah dan pertumbuhan tanaman. Edisi

Kedua. Penerbit Universitas Indonesia.

Munawir. 2008. Sebaran Infeksi Mikoriza pada Akar Macodes sp di Kawasan Panaruban

Subang Jawa  Barat. Laporan Kerja Praktek. Jatinangor: Jurusan Biologi,

Universitas Padjadjaran

Santosa, Dwi Andreas. 1989. Teknik dan Metode Penelitian Mikorisa Vesikular-Arbuskular.

Laboraturium Biologi Tanah Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Institut

Pertanian Bogor.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s